Jenis Media Sosial

jenis media sosial

Jenis media sosial—bikinlaris.com. Pengguna media sosial semakin hari semakin bertambah. Hal itu karena media sosial tidak sebatas digunakan oleh individu untuk berkomunikasi dengan komunitas mereka maupun untuk mencari hiburan, tapi juga digunakan oleh para pelaku bisnis untuk memasarkan brand mereka.

Saat ini ada banyak jenis media sosial. Bagi individu, mengetahui apa saja jenis media sosial mungkin tidak terlalu penting. Namun bagi pekaku bisnism memahami jenis media sosial sangatlah penting agar strategi marketing dapat disusun.

Jenis – Jenis Media Sosial yang Paling Banyak Digunakan

jenis-jenis media sosial yang paling banyak digunakan

Jenis-jenis media sosial dibedakan berdasarkan layanannya. Berikut jenis-jenis media sosial yang paling banyak digunakan.

  1. Jejaring Sosial (Social Network)

Jejaring sosial adalah media sosial yang akan menciptakan ikatan antara brand dengan individu. Ia berfungsi untuk mengenalkan brand kepada para individu yang benar-benar tidak tahu mengenai brand tersebut hingga membuat mereka lansung teringat dengan brand Anda. Ketika mendengar suatu barang/jasa yang sama dengan brand Anda.

Jejaring sosial juga dapat digunakan untuk berdiskusi secara langsung dengan calon customer. Customer juga bisa melakukan transaksi melalui jejaring sosial tersebut.

Contoh jejaring sosial adalah Facebook, Twitter, WhatsApp, dan Line.

  1. Media Berbagi (Media Sharing Network)

Media jaringan untuk berbagi adalah jenis media sosial yang digunakan untuk membagikan gambar dan video sehingga para audiens semakin tertarik untuk membeli produk maupun jasa. Adanya foto dan video akan menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan pada audiens. Audiens akan percaya bahwa produk yang Anda tawarkan nyata

Namun, membagikan foto dan video sembarangan tidak serta-merta membuat para audiens tertarik. Foto dan video tersebut harus diambil dengan angle yang apik, diedit hingga color grading-nya nikmat dipandang mata, menggunakan latar belakang yang cantik, dan riasan-riasan lain.

Seberapa sering pihak brand mengunggah konten melalui platform media sosial jenis ini juga akan membangun brand tersebut. Bila sering update konten maka audiens akan berpikir bahwa brand tersebut niat berjualan, hal itu akan membuat audiens terdorong untuk bertanya kepada pihak brand melalui pesan pribadi maupun kolom komentar. Sementara  bila pihak brand jarang update konten maka audiens akan berpikir bahwa customer service jarang aktif, sehingga mereka malas untuk bertanya karena tidak mau menunggu balasan chat terlalu lama.

Contoh media sosial ini adalah Instagram, Youtube, dan TikTok.

  1. Forum Diskusi

Semua orang bisa berdiskusi di media sosial apapun. Namun, seringkali diskusi tersebut hanya debat kusir. Orang-orang yang ingin berdiskusi sungguhan dengan kepala dingin akhirnya memilih untuk membuka forum disksui di platform-platform untuk berdiskusi seperti Quora, Kaskus, dan Reddit.

Forum diskusi seperti platform-platform tersebut hanya populer di kalangan orang-orang yang memang serius ingin berdiskusi. Namun, ia juga bisa dimanfaatkan sebuah brand untuk berpromosi. Caranya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih ada kaitannya dengan brand tersebut, di akhir kalimat jawaban, brand bisa berpromosi secara tersirat.

Misalkan, sebuah perusahaan jasa pembuatan website masuk ke forum diskusi mengenai masalah instalasi WordPress. Pihak perusahaan bisa menjawab pertanyaan tersebut secara natural, di akhir jawaban dapat ditambahkan kalimat “silakan kunjungi website (perusahaan tersebut) untuk menemukan jawaban lebih detail.” Jadi, tujuan masuk ke forum diskusi tersebut adalah untuk meningkatkan trafik website perusahaan.

Bisa juga ditambahkan kalimat saran seperti “agar tidak repot, sebaiknya pesan website jadi saja seperti di (nama perusahaan).” Pemilihan kalimat promosi tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan tim marketing sebuah brand.

  1. Blogging dan Publishing

Blogging dan publishing adalah media sosial yang digunakan untuk membagikan tulisan panjang dan berkala. Status facebook memang bisa membagikan tulisan panjang, tapi tetap terbatas. Note pada Facebook tidak akan ada yang membaca jika teman-teman Facebook tidak ditandai pada catatan tersebut.

Blogging dan publishing merupakan media sosial yang tepat bagi Anda yang hendak melakukan promosi secara halus dengan menitikberatkan pada edukasi produk.

Contoh media sosial blogging dan publishing adalah WordPress, Blogger, Tumblr, dan Medium.

Media-media sosial blogging dan publishing tidak hanya digunakan untuk membagikan tulisan yang panjang dan berkala. Namun mereka bisa diubah menjadi website e-commerce (website) dengan fitur belanja seperti yang terdapat pada market place-market place.

Di antara keempat media blogging dan publishing di atas hanya WordPress dan Blogging yang bisa dikembangkan menjadi website e-commerce. Di samping itu, terdapat platform pembuatan website dan blog instan baru yang mudah digunakan oleh orang awam yang tidak mengerti pemrogramman web, yaitu Wix dan Weebly.

Memiliki website sangatlah penting karena website milik Anda bisa ditempatkan di halaman pencarian pertama google sehingga akan ada banyak orang yang mengunjungi website Anda.

Itulah jenis-jenis media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis. Apapun jenis media sosial yang dipilih, bila tidak memiliki konten menarik serta kontan tidak diunggah secara rutin maka akan sia-sia.

Jasa Bikin Konten Media Sosial

Tidak memiliki SDM untuk membuat konten media sosial yang menarik serta untuk mengunggahnya? Hubungi saja Bikinlaris.com, kami siap membantu Anda untuk membuat konten media sosial yang menarik. Kami juga melayani jasa admin media sosial bagi Anda yang membutuhkan admin medsos. Informasi lebih lanjut silakan hubungi nomor 0812-2885-5915.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *