Sejarah Media Sosial Nasional

sejarah media sosial nasional

Sejarah media sosial nasionalbikinlaris.com. Pada tanggal 10 Juni 2020 kemarin, media sosial khususnya Twitter ramai tagar #harisosialmedia. Tagar tersebut ramai karena tanggal 10 Juni diperingati sebagai hari media sosial nasional.

Hari media sosial nasional Indonesia dicetuskan pada tahun 2015 oleh Handi Irawan D, seorang pengusaha owner Frontier Consulting Group. Pencetusan hari media sosial nasional tersebut bukan tanpa alasan, tentu ditetapkan berdasarkan fakta banyaknya masyarakat Indonesia. Pada tahun 2015 jumlah pengguna facebook di Indonesia mencapai 80 juta. Sementara jumlah penduduk di Indonesia tahun itu adalah 258,4 juta, artinya hampir 30% masyarakat Indonesia saat itu menggunakan facebook.

Pada tahun 2019  pengguna facebook di Indonesia menjadi 120 juta. Dengan jumlah pengguna facebook sebanyak itu, Indonesia berada di urutan ke-4 sebagai negara dengan jumlah pengguna facebook terbanyak di dunia. Tidak hanya facebook, Indonesia juga menjadi pengguna Instagram terbanyak ke-4 di dunia dengan jumlah pengguna mencapai 56 juta.

Melihat banyaknya penduduk di Indonesia maka tak heran bila jumlah pengguna media sosial di Indonesia juga banyak. Namun, bukan hanya dipengaruhi oleh jumlah penduduk, jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus bertambah. Ini dikarenakan banyak sekali UMKM dan organisasi nonprofit di Indonesia yang memanfaatkan kedua media sosial tersebut. Baik untuk memasarkan bisnis mereka maupun untuk kampanye. Apalagi sejak adanya facebook dan Instagram ads, jumlah pelaku usaha dan aktivis sosial yang melek digital marketing kian bertambah.

Sejarah Media Sosial di Indonesia

sejarah media sosial di indonesia

Bila kita tarik ke belakang, jauh sebelum Facebook, Instagram, dan Twitter diciptakan, beberapa media sosial juga marak di Indonesia pada masanya. Contohnya saja mIRC dan Yahoo Messenger. Dua aplikasi chatting tersebut marak di Indonesia pada tahun 2000-an – terutama mIRC. Pengguna terbanyak merupakan ABG (10-19 tahun) dan dewasa muda (20-29 tahun) yang ingin mencari teman baru – semacam sahabat pena – dan bila beruntung bakal mendapatkan pacar.

Pada tahun 2003 kemudian muncul Friendster di Amerika Serikat yang sayangnya justru tidak terlalu popular di negara adidaya tersebut. Friednster lebih popular di Filipina dan Indonesia. Kehadiran Friendster menjadikan media sosial tidak hanya berfungsi untuk chatting dengan orang asing. Akan tapi juga memberi ruang bagi penggunanya untuk curhat tanpa harus chatting dengan orang lain. Melalui shoutout – semacam status di Facebook dan tweet di Twitter – Friendster memberikan kesempatan para penggunanya untuk curhat secara singkat karena karakter yang bisa diketik terbatas.

Tidak hanya memberikan pengalaman penggunanya untuk curhat, Friendster juga memberikan kesempatan penggunanya untuk membagikan foto kepada publik, bertukar gif, bahkan mengkreasikan halaman profile mereka karena tema atau template profil bisa diubah-ubah seperti halnya blogger.

Pada tahun 2006, Twitter lahir di Amerika Serikat dan rupanya ia mendapatkan atensi lebih besar dari masyarakat Amerika Serikat  ketimbang Friendster. Mungkin dikarenakan Twitter menyediakan jumlah karakter tweet lebih banyak dibandingkan jumlah karakter yang ditawarkan oleh shoutout millik Friendster.

Twitter juga membiarkan para penggunanya untuk membalas tweet orang lain tanpa perlu mengikuti si pemilik tweet-selama akun si pemilik tweet tidak dikunci atau diprivat-tidak seperti Friendster yang harus berteman dahulu. Fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh Friendster tersebut barangkali merupakan alasan kenapa Twitter marak di Amerika Serikat hingga masyarakat Indonesia pun ikut kecanduan.

sejarah media sosial

Facebook Mulai Booming

Pada tahun 2010-an, Facebook menjadi booming di Indonesia padahal ia diciptakan sebelum Twitter, yaitu pada tahun 2004. Facebook menawarkan status dengan karakter yang jauh lebih banyak dibandingkan Twitter. Pada tahun 2010 jumlah karakter yang bisa Anda ketik adalah 420, memang lebih sedikit dibandingkan sekarang yang mencapai 60.000 karakter. Akan tetapi pada saat itu tentu 420 karakter tersebut terlihat lebih menggiurkan ketimbang karakter tweet yang hanya 140. Selain itu, Facebook memberikan sarana kepada penggunanya untuk membagikan foto dengan resolusi yang lebih besar serta video dengan durasi yang cukup panjang.

Dari perjalanan media sosial nasional di atas dapat dilihat betapa media sosial telah mengubah kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari chatting untuk mendapatkan teman baru, curhat di media sosial, hingga untuk berbisnis dan berkampanye.

Hubungi kami untuk informasi bikin konten media sosial Anda ke 0812 2885 5915.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *